4. Kata Bijak Kopi Tentang Cinta
4. Kata Bijak Kopi Tentang Cinta
Source: Kapanlagi.com
(credit: unsplash.com)
Kata bijak kopi berikut ini mengandung pesan mendalam tentang cinta yang sarat makna. Misalnya saja dari pekat warna kopi dan rasa pahit ataupun manis kopi terkadang bisa memberi inspirasi. Termasuk persoalan cinta yang bisa bikin baper seperti kata bijak kopi berikut ini.
61. "Seindah apa pun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda? Dapatkah ia dimengerti jika tak ada spasi?"
62. "Tak perlu menjauh, sebentar saja. Biar ku tenggak habis gelas kopiku, lalu bergegas lari dari hidupmu." - Irene Boymau
63. "Kenapa saya minta gula nya dipisah?? karna ketika ngopi denganmu, kopi tanpa gula pun sudah terasa manis."
64. "Jika kamu hanya ingin sekedar singgah, beri aku kopi, jangan beri aku hati."
65. "Ketika kopi menjadi sahabat sejati, pagi bukan lagi sebuah misteri. Seperti kamu yang selalu ada di hati, selalu mengisi hari-hari."
66. "Di secangkir kopi, biarlah aku menjelma menjadi apa saja yang kau inginkan, menjadi pahit ataupun manis asal tetap kau rindukan."
67. "Dalam diammu, aku mendengar banyak suara. Diammu berkata-kata."
68. "Cinta yang nggak ada pertengkaran sama sekali itu kayak kopi yang sudah kadaluarsa. Mlempem nggak ada sedap-sedapnya."
69. "Mengaduk kopi, mengadu sepi. Berkisah lagi tentang patah hati, semoga pelukanmu kelak akan melengkapi."
70. "Cinta adalah mengalami. Membuka diri tidak sama dengan menyerahkan."
71. "Biji kopi yang sama bisa jadi citarasa kopi lain di tangan yang beda. sama seperti kasih sayang jika di tangan yang beda maka beda pula kisahnya."
72. "Cinta itu bebas, namun cinta juga tak bisa dipaksakan. Cinta menyatukan dua perbedaan seperti gula dan kopi yang saya seduh malam ini." - Senandungkopi
73. "Secangkir kopi ini yang menemaniku dalam sebuah harapan tentang manisnya penantian."
74. "Seperti kopi, ku aduk sesukaku, ku teguk semauku, hingga ku temukan rasa pahit indah bersamamu."
75. "Kopi pertama pagi ini. Hitam. Seperti siluet wajahmu yg tertidur di bahuku, pada sebuah perjalanan."
76. "Kopi pertama hari ini. Pahit, gelap, dan terpendam. Seperti sepasang kekasih yang sudah lama saling bosan."
77. "Untuk hati yang patah, segeralah merekah. Untuk jiwa yang sepi, segeralah minum kopi."
78. "Kopi pertama pagi ini. Terlalu manis. Seperti dua orang yg sedang melakukan pendekatan, dengan penuh kepalsuan."
79. "Sebenarnya bukan hanya segelas kopi saja yang ingin kunikmati ssetiap pagi. Tapi juga kamu."
80. "Ada banyak caraku untuk menanti kedatanganmu tanpa rasa bosan, Duduk manis sembari kunikmati kopiku dengan perlahan."
81. "Sepahit-pahitnya kopi, lebih pahit lagi kalau nggak ada kamu di sisiku."
82. "Kuseduh kopi bersama sejuk embun dipelukan. Berharap bersulang kenikmatan dan mengendapkan ampas rindu dalam ingatan."
83. "Bulan purnama, bintang di setiap sudut langit, secangkir kopi, kejanggalan hati, merindukan sesuatu yang super sulit untuk di atasi, yaitu kamu."
84. "Merindukan seseorang yang tidak pernah merindukanmu bagaikan kopi di siang yang terik."
85. "Sementara menunggu kopi tersaji, rinduku resah sendiri, mengaisi embun pagi, berharap menemukan jejak dirimu di sela berbatu."
86. "Jangan dulu, aku tak semanis yang kau duga tapi tak sepahit yang mereka katakan. Bila tak suka pergi lah kopiku sederhana. Kopimu mulai dingin nikmatilah."
87. "Biarkan cangkirku berkataa bahwa rindu itu memiliki arti ingin bersamamu hadapan cangkir ini."
88. "Kopi pertama pagi ini. Semakin pahit diteguk. Seperti kangen yang semakin tidak tuntas, semakin menyebalkan."
89. "Kopi ini pahit, tapi kalau minum sambil melihat dirimu, kopi ini terasa manis."
Komentar
Posting Komentar